MultiState

Nama :
Ni’am Tamami 7108040016 (Author)
David Yanuar 7108040017
TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :

- Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar waktu

- Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar input dan waktu

- Dapat membuat program dengan sistem multi-state

DASAR TEORI
Multi state adalah state yang berpindah dari satu state ke state yang lain dan dipengaruhi oleh :

Waktu
Ciri dari sistem ini adalah, perpindahan antar state (keadaan) hanya bergantung pada jalannya waktu.

Sebagai contoh, sebuah sistem yang mungkin dimulai dari keadaan A, secara berulang menjalankan subroutine1, selama 10 detik. Kemudian pindah ke keadaan B selama 5 detik untuk mengerjakan subroutine2. Selanjutnya dapat pindah ke keadaan A kembali, dan seterusnya.

Sistem kontrol lampu lalu lintas adalah contohnya.

Masukan
Sistem ini sangat jarang dipakai,dimana perpindahan antar keadaan hanya bergantung pada input sistem.

Sebagai contoh, sebuah sistem hanya akan pindah dari keadaan A ke keadaan B jika sebuah input tertentu diterima. Jika input tidak diterima maka sistem akan terus berada di keadaan A selamanya.

Karena sistem ini tidak memiliki konsep waktu maka tidak ada cara untuk menerapkan timeout atau sejenisnya. Sistem seperti ini tidak dibahas dalam modul.

Waktu dan masukan
Ini adalah bentuk sistem yang lebih dikenal, dimana perpindahan antar keadaan bergantung pada jalannya waktu dan input dari sistem.

Sebagai contoh, sebuah sistem mungkin hanya akan pindah dari keadaan A ke keadaan B jika sebuah input tertentu diterima dalam waktu X detik.

Mesin cuci tadi adalah contoh dari sistem ini, sepertin halnya sistem alarm anti-pencuri bahkan sampai kepada sistem autopilot pada pesawat terbang.

Gambar 1. State candy vending machine

LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
Siapkan minimum system mikrokontroller ATMega 8535
LCD 16 x 2 yang terhubung pada port B
8 Switch, terhubung ke port-C dengan 4 push-button terhubung paralel dengan 4-LSB pada switch.
8 LED, terhubung ke port-D
Buka software “ Eclipse ”
Ketikkan program dibawah ini :
void Traffic_Light_Update(void)
{
switch(Kondisi_Lampu)
{
case merah:
{
LED_MERAH = ON;
LED_KUNING = OFF;
LED_HIJAU = OFF;
if (++Time_in_state==LAMA_MERAH*20)
{
Kondisi_Lampu=kuning;
Time_in_state=0;
}
break;
}
case kuning:
{
LED_MERAH = OFF;
LED_KUNING = ON;
LED_HIJAU = OFF;
if (++Time_in_state==LAMA_KUNING*20)
{
Kondisi_Lampu=hijau;
Time_in_state=0;
}
break;
}
case hijau:
{
LED_MERAH = OFF;
LED_KUNING = OFF;
LED_HIJAU = ON;
if (++Time_in_state==LAMA_HIJAU*20)
{
Kondisi_Lampu=merah;
Time_in_state=0;
}
break;
}
}
}
HASIL PERCOBAAN

ANALISA & KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat dilakukan analisa data

sebagai berikut :

Ada beberapa macam kategori multi state secara umum, diantaranya adalah sistem multi state berdasarkan waktu, sistem multi state berdasarkan masukan, dan sistem multi state berdasarkan waktu dan masukan. Pada percobaan ini, kita telah mencoba untuk membuat sistem multi state berdasarkan waktu, sistem multi state berdasarkan waktu dan masukan.

Percobaan pertama adalah membuat suatu sistem lampu lalu lintas, dimana pergantian nyala lampu lalu lintas dengan menggunakan waktu tertentu.

if (++Time_in_state==LAMA_MERAH*20)

if (++Time_in_state==LAMA_KUNING*20)

if (++Time_in_state==LAMA_HIJAU*20)

if (++Time_in_state==LAMA_MERAH*20)

{

Kondisi_Lampu=kuning;

Time_in_state=0;

}

break;

dimana jika lama waktu lampu merah belum terpenuhi maka program akan kembali pada case lampu warna merah. Setelah terpenuhi maka program akan menuju ke case lampu warna kuning sesuai pada kondisi program tersebut.

Percobaan ke-dua adalah program system alarm security, dimana fungsinya adalah memasukkan pasword yang sudah disetting sebelumnya (dalam program ini password telah disetting berupa urutan 1234), pada LCD akan memunculkan karakter “ **** ” atau dalam kehidupan nyata pada aplikasinya bila salah memasukkan password maka alarm akan menyala lalu tidak dapat digunakan lagi kita harus mereset dahulu dengan tombol reset yang sudah ada baru kita dapat memasukkan pasword kembali. Jika password yang kita masukan benar maka pada LCD akan ditampilkan tulisan ” Access Granted ” dan jika salah, akan menampilkan tulisa “ Access Denied “ pada LCD.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan, sebagai berikut :

1. Multi State adalah state yang berpindah dari satu state ke state yang lain, dan dipengaruhi oleh :

- Multi State Masukan

- Multi State Waktu

2. Fungsi dari multi-state adalah cara memrogram suatu device dengan benar dan rapi serta ringkas, sehingga dapat memudahkan kita dalam melakukan pemrograman ulang

Sistem Multistate

Sistem Multistate

Eko Budi Utomo   (7108040010) ==>Author

Irfan Dwi Yahya   (7108040005)

Tujuan:

1.Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar waktu

2.Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar input dan waktu

3.Dapat membuat program dengan sistem multi-state

Banyak kita temui peralatan yang menggunakan display dengan pilihan menu yang menarik untuk proses kerja atau memilih mode yang kita gunakan.Misalkan mesin ATM, mesin cuci serta peralatan elektronik lainnya banyak yang menggunakan display dengan menu yang bermacam-macam. Dalam suatu display yang terdapat di peralatan tersebut sering kita jumpai menu-menu yang dapat kita pilih kemudian setelah kita memilih maka akan muncul pilihan baru /tawaran baru untuk menginputkan suatu nilai atau memberikan persetujuan akhir sebelum peralatan tersebut melakukan fungsi sesuai menu yang kita pilih lewat display tersebut.Mekanisme yang semacam ini disebut mekanisme multistate yang artinya multi kondisi / pengkondisian alur dari suatu pilihan yang kita pilih.Berikut adalah contoh program multistate untuk traffic light:

void Traffic_Light_Update(void)
{
	switch(stateku)
	{
		case merah:
	        {
				SETBIT(PORTD,LED_MERAH);
				CLRBIT(PORTD,LED_KUNING);
				CLRBIT(PORTD,LED_HIJAU)	;

//	        	_delay_ms(3000);
	        	if (++Time_in_state==LAMA_MERAH*20)
	        	{
	        		stateku=kuning;
	        		Time_in_state=0;
	        	}

	        	break;
	        }

		case kuning:
	        {
				CLRBIT(PORTD,LED_MERAH);
				SETBIT(PORTD,LED_KUNING);
				CLRBIT(PORTD,LED_HIJAU)	;
	        	if (++Time_in_state==LAMA_KUNING*20)
	        	{
	        		stateku=hijau;
	        		Time_in_state=0;
	        	}        	

	        	break;
	        }

		case hijau:
	        {
				CLRBIT(PORTD,LED_MERAH)	;
				CLRBIT(PORTD,LED_KUNING);
				SETBIT(PORTD,LED_HIJAU)	;

	        	if (++Time_in_state==LAMA_HIJAU*20)
	        	{
	        		stateku=merah;
	        		Time_in_state=0;
	        	}

	        	break;
	        }
	}
}

Dapat kita lihat diatas program multistate diatas menunjukan beberapa pengkondisian berupa state untuk lampu merah, lampu kuning dan lampu hijau.Setiap kondisi untuk lampu akan sekaligus menjalankan rutin timer untuk timing nyalanya lampu.sebagai contoh pada saat pertama state yang dilaksanakan adalah lampu merah, distate ini dijalankan fungsi untuk menyalakan LED merah kemudian menjalankan timing untuk lampu merah selama 1detik.Setelah itu akan masuk ke state “kuning” dan kembali menjalankan timer untuk lama nyala dari lampu kuning.

===>   if (++Time_in_state==LAMA_MERAH*20)

{

stateku=kuning;

Time_in_state=0;

}

Setelah itu masuk ke state berikutnya yaitu lampu hijau, begitulah seterusnya.Jadi program multistate adalah program if else bersarang yang dapat kita gunakan untuk menkondisikan suatu alur eksekusi yang harus dilakukan oleh program sesuai dengan kebutuhan sistem yang akan kita bangun.

Selanjutnya adalah multisate dengan kombinasi input dan timeout yaitu mencoba sistem password.dalam password ini adalah menginputkan kombinasi suatu saklar yang harus sesuai dan harus memenuhi waktu / timing untuk setiap lamanya penekanan saklar. Berikut adalah program untuk multistate dalam program password.

void Alarm_System_Update(void)
{
	switch(Kondisi)
	{
		case start:
	        {
	        	lcd_gotoxy(0,0);lcd_putstr("< Alarm System >");
	        	lcd_gotoxy(1,0);lcd_putstr("    PENS.2007   ");
	        	SETBIT(PORTD,DOOR_LOCK);
	        	CLRBIT(PORTD,DOOR_OPEN);
	        	CLRBIT(PORTD,ALARM);

	        	count=0;
	        	fail_count=0;

			if (++timeout > 50) //delay 1 detik
			{
				Kondisi=enterpass;
				timeout=0;
				lcd_clear();
			}

	        	break;
	        }
		case enterpass:
	        {
			lcd_gotoxy(0,0);lcd_putstr(" Enter Password "); //current state
  			if (!(PINC & (1<<saklar1)))
      			debounce1=(debounce1<<1);
  			else
      			debounce1= (debounce1<<1)|1;

  			if (!(PINC & (1<<saklar2)))
      			debounce2=(debounce2<<1);
  			else
      			debounce2= (debounce2<<1)|1;

  			if (!(PINC & (1<<saklar3)))
      			debounce3=(debounce3<<1);
  			else
      			debounce3= (debounce3<<1)|1;

  			if (!(PINC & (1<<saklar4)))
      			debounce4=(debounce4<<1);
  			else
      			debounce4= (debounce4<<1)|1;

	  		debounce1 = ()(debounce1 << 1) | saklar1;
			debounce2 = (debounce2 << 1) | saklar2;
			debounce3 = (debounce3 << 1) | saklar3;
			debounce4 = (debounce4 << 1) | saklar4; 

			if (debounce1==0b00001111)
			{
				tombol=1;
				pressed=YES;
				timeout=0;
			}
			if (debounce2==0b00001111)
			{
				tombol=2;
				pressed=YES;
				timeout=0;
			}
			if (debounce3==0b00001111)
			{
				tombol=3;
				pressed=YES;
				timeout=0;
			}
   	              if (debounce4==0b00001111)
			{
				tombol=4;
				pressed=YES;
				timeout=0;
			}

			if (pressed==YES)
			{
				//geser karakter
				kombinasi[0]=kombinasi[1];
				kombinasi[1]=kombinasi[2];
				kombinasi[2]=kombinasi[3];
				kombinasi[3]=tombol;
				pressed=NO;
				tombol=0;
				count++;
				lcd_gotoxy(1,count);lcd_putstr("*");
			}

			//sudah 4 karakter
                    if (count>3) Kondisi=check;

			//jeda memasukkan password lebih dari 2 detik
			if ((++timeout>100)&&(count>0))
			{
				lcd_gotoxy(0,0);lcd_putstr("   Time Out!   ");
				Kondisi=alarm;
				timeout=0;
			}

	        	break;
	        }
		case check:
	        {
			if ((kombinasi[0]==1)&&
			    (kombinasi[1]==2)&&
			    (kombinasi[2]==3)&&
			    (kombinasi[3]==4))
			{
			   Kondisi=open;
			}
			else
			{
			   if (++fail_count > 3)
			   {
			   	Kondisi=alarm;
			   }
			   else
			   {
			   	lcd_gotoxy(1,1);lcd_putstr("    ");
			   	lcd_gotoxy(1,fail_count+10);lcd_putstr("#");
			   	timeout=0;
			   	count=0;
			   	Kondisi=enterpass;
			   }
			}

	        	break;
	        }

		case open:
	        {
	        	lcd_gotoxy(0,0);lcd_putstr("< Alarm System >");
	        	lcd_gotoxy(1,0);lcd_putstr(" Access Granted ");
	        	CLRBIT(PORTD,DOOR_LOCK);
	        	SETBIT(PORTD,DOOR_OPEN);
	        	CLRBIT(PORTD,ALARM);

	        	Kondisi=resetalarm;
	        	break;
	        }

		case alarm:
	        {
	        	lcd_gotoxy(0,0);lcd_putstr("< Alarm System >");
	        	lcd_gotoxy(1,0);lcd_putstr(" Access Denied! ");
	        	SETBIT(PORTD,DOOR_LOCK);
	        	CLRBIT(PORTD,DOOR_OPEN);
	        	SETBIT(PORTD,ALARM);

			Kondisi=resetalarm;
	        	break;
	        }

		case resetalarm:
	        {

	        	break;
	        }
	}
}

security wireless in broadband router

anggota kelompok:

seto yudiargo      .(7109030047)

achmad sofudin   .(7109030049)

eko purwanto      .(7109030057)

Tujuan

  • memahami cara security wireless in broadband route
Alat percobaan
  • PC
  • router
  • kabel LAN
  • switch
Langkah percobaan
  1. Periksa kabel dengan kabel tester dan pastikan koneksi kabelantara PC dan Access point / Broadband nirkabel Straight-through.
  2. Hubungkan port Router untuk koneksi yang sudah ada dan portklien ke komputer lokal
  3. lakukan reset pada board band router dengan menekan tombol reset sekitar 10 detik agar kembali pada setting standart.
  4. jalur akses setelah reset memiliki username: admin password: admiN
Hasil percobaan:
Tampilan awal software linksys pada gambar dibawah ini:
untuk memberi nama jaringan misal jaringanya bernama hotspot1 dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
untuk menghilangkan nama jaringan dari daftar jaringan dapat di klik disable pada menu wireless SSID, seperti gambar dibawah ini:
untuk pemakaian jaringan hanya untuk segelintir orang atau untuk pengamanan jaringan kita perlu suatu kata kunci agar bisa masuk pada jaringan itu, dibawah ini langkah untuk mengatur hal tersebut:
  • ketik kata kunci yang anda inginkan seperti gambar di bawah ini:
lalu klik save setting.
untuk membatasi user yang masuk pada jaringan dapat dilihat gambar di bawah ini untuk cara konfigurasinya;
digunakan fitur MAC filter seperti gambar di bawah ini:
lalu klik edit pada MAC filter list akan muncuk gambar di awah ini:
sekian dari kami… assalamualaikum wr. wb.
mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan.

Sistem Multi State

Rachim Khairul Nisak  7108 040 055

Harly Bayu S.             7108 040 056

Abul A’lamaudin         7108 040 060

                                                     Praktikum 5
                                               Sistem Multi-State

  1.    Tujuan

Setelah menyelesaikan modul 5, yang didapat adalah:
• Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar waktu
• Dapat menjelaskan definisi sistem multi-state berdasar input dan waktu
• Dapat membuat program dengan sistem multi-state

   2.    Dasar Teori

Dua katagori pada sistem multi-state secara umum adalah:

• Sistem multi-state berdasar waktu
Ciri dari sistem ini adalah, perpindahan antar state (keadaan) hanya bergantung pada jalannya waktu. Sebagai contoh, sebuah sistem yang mungkin dimulai dari keadaan A, secara berulang menjalankan subroutine1, selama 10 detik. Kemudian pindah ke keadaan B selama 5 detik untuk mengerjakan subroutine2. Selanjutnya dapat pindah ke keadaan A kembali, dan seterusnya. Sistem kontrol lampu lalu lintas adalah contohnya.

• Sistem multi-state berdasar input dan waktu
Ini adalah bentuk sistem yang lebih dikenal, dimana perpindahan antar keadaan bergantung pada
jalannya waktu dan input dari sistem. Sebagai contoh, sebuah sistem mungkin hanya akan pindah dari keadaan A ke keadaan B jika sebuah input tertentu diterima dalam waktu X detik. Mesin cuci tadi adalah contoh dari sistem ini, sepertin halnya sistem alarm anti-pencuri bahkan sampai kepada sistem autopilot pada pesawat terbang.
Sebagai pelengkap, ada satu lagi kemungkinan dari sistem multi-state, yaitu:

• Sistem multi-state berdasar input.
Sistem ini sangat jarang dipakai, dimana perpindahan antar keadaan hanya bergantung pada input sistem. Sebagai contoh, sebuah sistem hanya akan pindah dari keadaan A ke keadaan B jika sebuah input tertentu diterima. Jika input tidak diterima maka sistem akan terus berada di keadaan A selamanya. Karena sistem ini tidak memiliki konsep waktu maka tidak ada cara untuk menerapkan timeout atau sejenisnya. Sistem seperti ini tidak dibahas dalam modul.

    3.       Peralatan Praktikum
•    LCD 16×2
•    8 Switch,
•    8 LED
•    Modul mikrokontroler dengan ATMega 8535
•    Power supply

4.       Prosedur Praktikum
Pada praktikum ini terdiri dari 2 percobaan yang masing-masing menggunakan
sistem multi-state berdasar waktu dan sistem multi-state berdasar input dan waktu, yaitu :
•    Simulasi lampu lalu lintas
•    Password pengaman pintu rumah

   5.        Hasil Percobaan

                                                       Gambar 1. hasil percobaan

   6.        Analisa Percobaan

Percobaan ini merupakan percobaan terakhir dari praktikum Sistem Embeded. Praktikum ini adalah program Multi State. Sebelumnya kita ketahui bahwa program Multi state adalah cara memrogram suatu sistem dengan memberikan perintah “break ” di akhir program agar program akan running dengan step yang sudah disetting sebelumnya. Setelah program dirun, maka program akan berjalan sesuai yang telah diinginkan. Pada program utama diberi perintah “break”, yaitu setelah program utama selesai maka akan keluar dan akan bertemu suatu kondisi, dimana pada kondisi tersebut akan berfungsi untuk perintah ke fungsi berikutnya (case berikutnya).

Pada praktikum ini terdiri dari dari dua percobaan, yaitu simulasi lampu lalu lintas dan pasword pengaman pada pintu. Dibawah ini merupakan state (urutan) dari lampu lalu lintas.

                 Gambar 2. State Lampu Lalu Lintas

Dari gambar diatas, terlihat perubahan nyala lampu dari warna (merah, merah-kuning, hijau, kuning) dan kembali ke state awal lagi. Program tersebut akan berjalan terus menerus sesuai dengan state diatas. pada setiap perubahan state diatas, diberikan delay tertentu. Sehingga cara ini disebut Sistem Multi State berdasarkan Waktu, yaitu perpindahan antar state (keadaan) hanya bergantung pada jalannya waktu.
Dengan adanya gambar state diatas, maka akan mempermudah untuk membuat programnya.

Sedangkan untuk percobaan kedua, yaitu pasword pengaman. Pada program ini, sebelumnya pasword disetting terlebih dahulu. Pasword yang digunakan adalah angka “1234″, dan pada modul yang digunakan angka tersebut diterjemahkan dengan memasukkan/menekan switch. Untuk cara kerjanya, jika pasword yang dimasukkan maka pada layar LCD akan tampil tulisan “Alarm System Acces Granted”, dan jika salah sampai 3x maka yang ditampilkan oleh LCD “Alarm System Acces Denied”. Cara ini biasa disebut Sistem multi-state berdasar input dan waktu, yaitu bentuk sistem yang lebih dikenal, dimana perpindahan antar keadaan bergantung pada jalannya waktu dan input dari sistem.

       7.        Kesimpulan

Dari percobaan dan analisa diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Multi State merupakan cara memrogram suatu sistem dengan memberikan perintah “break ” di akhir program.
  • Dengan Multi State maka akan mempermudah untuk membuat program, selain itu juga akan menjadikan program lebih terstruktur.

Untuk melihat Video dari hasil percobaan ini adalah di alamat dibawah berikut.

  • Lalu Lampu Lintas

http://youtu.be/BoSUDMTtSoU

  • Pasword Pengaman Pintu

http://www.youtube.com/watch?v=VfGhwSOIopo

Security In Wireless Broadband Router

Nama : Oktavian P.W (7109030038)

 

Tujuan :Memehami lebih dalam tentang apa yang di maksud dengan Security In Wireless Broadband Router

Peralatan yang di gunakan :

  1. PC
  2. Swith
  3. Kabel LAN

Prosedur Percobaan :

  1. Periksa kabel dengan kabel tester dan pastikan koneksi PC dan Access point / Broadband nirkabel Straight-through.
  2. Hubungkan port Router  ke komputer lokal
  3. lakukan reset pada router dengan menekan tombol reset agar kembali pada setting standart.
  4.  jalur akses setelah reset memiliki username: admin password: admin
  5. Setting wireless melalui browser dan atur SSID nya
  6. Hidden Wireless dan edit MAC filter

 

 

 

 

 

 

 

Setelah itu aktifkan Block Service untuk memfilter aktivitas apa saja yang di perbolehkan dalam access data

 

SECURITY IN WIRELESS BROADBAND ROUTER

PIC                :  Gladi Samodra 7109030009
Anggota         :  1.Mustofa Syahid 7109030005
2. Wasis Syukur 7109030007

I.   Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui konsep pengaman pada wireless

2. Mahasiswa dapat mengaplikasikan sekuriti pada wireless

3. Mahasiswa dapat membuat akses point sendiri

II.  Peralatan

1. PC (Personal Computer)

2. Switch

3.LINKSYS

III. Prosedur dan Hasil Praktikum

1. Sambungkan salah satu PC ke broadband router sebagai server dengan kabel LAN.

2. Sambungkan broadband router ke switch yang terhubung dengan eksternal network

3. Untuk membuat akses point yang baru maka kita perlu mereset LINKSYS dengan cara menekan           tombol reset di belakang LINKSYS selama kurang lebih 10 detik.

4. Buka connection information untuk melihat ip address yang baru.ip address default adalah                        192.168.10.1

5. Masukkan ip address tersebut ke mozilla untuk mengkonfigurasi ip address yang baru

6. Ketikkan ubah ip address default menjadi 192.168.20.1 pada wizard

7. Buat wireless baru pada tab wireless dengan nama hotspot1 lalu pilih enable

         8.Lalu ping 192.168.20.1 pada client untuk mengkoneksikannya

9. Untuk membuat sekuriti pada wireless maka kita pilih enable pada tab wireless–>wireless                          security–>enabled

       10. Secara otomatis client diminta memasukkan pasword agar terhubung dengan internet

11. Selain menggnakan pasword, kita juga bisa memfilter client yang dilarang terkoneksi dengan kita               menggunakan mac filter

12. Kita isikan mac address yang akan kita filter dengan cara, klik edit mac filter list, lalu                               isikan mac adressnya

13. Kita dapat melihat daftar komputer yang telah kita blok

IV. Kesimpulan

> Kita dapat mmemproteksi wireless kita dengan cara memberikan pasword, memfilter mac                         adress, dll

> Dengan adanya proteksi pada wireless maka keamanan akan lebih terjamin

 

Broadband Router Security Wireless

 

 

NAMA KELOMPOK

1. Achmad Wildani Arifana <PIC> (7109030004)

2. BAgus Putra Kusuma (7109030003)

3. Zainal Asikin (7109030015)

  • TUJUAN
    *
    agar mahasiswa lebih memahami tentang Security In Wireless broadband router
    * lebih memahami management client
    PERALATAN
    1.PC
    2.Kabel LAN
    3.Switch
    pada percobaan ini yang harus dilakukan pertama adalah sebagai berikut
    1.Periksa kabel dengan kabel tester dan pastikan koneksi kabelantara PC
    dan Access point / Broadband nirkabel Straight-through.
    2.Hubungkan port Router untuk koneksi yang sudah ada dan portklien ke komputer lokal
    3.lakukan reset pada board band router dengan menekan tombol reset sekitar 10 detik agar           kembali pada setting standart.
    4.jalur akses setelah reset memiliki username: admin password: admin

kemudian isi user name dengan admin dan paswordnya juga dengan admin kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini

 

selanjutnya klik save settings

5. selajutnya adalah mengatur SSID
seperti gambar di bawah ini

yang kami gunakan adalah lynksikusku1
untuk mengecek kami menggunakn komputer sebelah kamu (pc2) dengan mengkoneksikan ke jaringan lynksikuisku1 ternyata berhasil terkoneksi dengan wiraless

6.membuat jaringan baru dengan ip 192.168.20.1 dengan SSID lynsikuisku1 dengan basic setup

tekan save settings agar setinganya tidak berubah

7.yang di lakukan selnjutnya adal setting security pada acces point wireless kita. Berikut bentuk setting      security yang telah kita lakukan dengan menggunaka WPA2 personal WPA share key abcdefgh

 

selanjtnya dengan menggunakan MAC filter
(MAC yang masuk dalam list tidak terhubung dengan jaringan kita)

tekan save setting dan selnjutnya akan muncul

dalam percobaan kami pc2 dengan MAC C7.6A
tidak bisa terkoneksi ke jaringan lynkuisku1.


Praktikum 6 : Wireless Security in broadband router

NAMA KELOMPOK

1. Azhar Aulia Saputra (7109030006) (PIC)

2. Marlio Al-Sabililla (7108030034)

3. Patriot Teguh (7109030010)

 

Bismillahirohmanirrohim,,

Pada praktikum jaringan komputer ini dilakukan sistem keamanan pada wireless. sehingga tidak semua orang bisa mengakses jaringan tersebut. Cara seperti ini sangat diperlukan mengingat banyaknya gangguan dari pihak-pihak yang ingin membobol jaringan kita.

DASAR TEORI

Berikut adalah sistem keamanan yang bisa kita terapkan pada jaringan wireless kita:

Merubah Username dan Password Default

Ketika kita membeli perangkat atau device pasti kita akan diberi username dan password default (dari pabrik), misalnya username: admin; kemudian passwordnya: admin. Ini harus kita rubah, sebab terlalu mudah untuk ditebak. Sehingga orang tidak mudah masuk dan merubah konfigurasi jaringan kita.

Ubah Default SSID

SSID merupakan nama dari jaringan Wi-Fi (misalnya pada Access Point atau AP). SSID sendiri kepanjangan dari Service Set ID; seperti username dan password, nama jaringan Wi-Fi (yang diistilahkan dengan SSID) juga harus dirubah. Hal ini perlu dilakukan mengingat setiap produk yang sama mempunyai SSID yang sama pula.

Aktifkan WEP atau WPA

Hampir semua wireless router dan adapter wireless sekarang ini mendukung standard keamanan jaringan wireless seperti WEP dan WPA enkripsi 64-bit/128-bit.

Dalam keamanan jaringan wireless, WAP kepanjangan dari Wi-Fi Protected Access (WPA atau versi terbarunya WPA2) yang merupakan program certifikasi yang dibuat oleh Wi-Fi Alliance yang menunjukkan adanya suatu compliant (tunduk terhadap suatu aturan atau standard yang digariskan) dengan protocol keamanan yang diciptakan oleh Wi-Fi Alliance untuk keamanan jaringan wireless komputer. Protocol ini diciptakan menjawab adanya banyak diketemukannya (oleh para peneliti) kelemahan system standard keamanan wireless pendahulunya yaitu WEP (Wired Equivalent Privacy).

Wired Equivalent Privacy (WEP) dalam keamanan jaringan wireless adalah suatu algoritme tertentu yang diciptakan untuk keamanan jaringan wireless IEEE 802.11. jaringan wireless melakukan broadcast messages menggunakan sinyal radio, makanya sangat rentan terhadap segala usaha “pengupingan” dibanding jaringan LAN kabel. Ketika diperkenalkan di tahun 1977, WEP dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan yang setara dengan jaringan kabel tradisional.

Tanda Certifikasi WPA2 pada keamanan jaringan wireless kemudian menunjukkan suatu compliant dengan suatu protocol advance yang meng-implementasikan standard penuh. Protocol tingkat advance ini tidak akan berjalan atau tidak mendukung pada piranti adapter wireless versi sebelumnya (kuno). Produk yang lulus uji testing oleh Wi-Fi Alliance untuk suatu compliant dengan protocol ini berhak memberikan label WPA pada produknya.

WPA2 menggantikan WPA, seperti WPA, WPA2 memerlukan testing dan certifikasi oleh Wi-Fi Alliance. WPA2 meng-implementasikan elemen-2 mandatory dari 802.11i. Khususnya ia memperkenalkan suatu algoritma baru berdasarkan AES, CCMP, yang dianggap sangat aman. Certifikasi dimulai sejak tahun 2004 September dan sejak tanggal 13 Maret 2006, certifikasi WPA2 adalah suatu keharusan untuk semua piranti wireless yang baru jika ingin mendapatkan label Wi-Fi.

IEEE 802.11i-2004 atau 802.11i dalam keamanan jaringan wireless adalah suatu amandemen pada standard IEEE 802.11 yang men-spesifikasikan mekanisme keamanan jaringan wireless.

Ia menggantikan klausa pendek “Authentication and privacy”dari standard asli dari klausa rinci “security”, dalam proses depresiasi kebocoran WEP. Amandemen ini kemudian dilegalkan kedalam standard yang dipublikasikan yaitu standard IEEE 802.11-2007.

Sekarang kita sudah mempunyai sedikit pegetahuan mengenai standard keamanan jaringan wireless, dimana hampir semua producen wireless memberikan label compliant WPA/WPA2 pada produk piranti wireless mereka.

Hampir semua piranti wireless router dari pabriknya di set defaultnya untuk tidak memberikan keamanan (disable security), jadi anda harus mensetting nya untuk enable security standard. Jika anda tidak mau menggunakan keamanan wireless, maka anda biarkan saja setting default pabriknya. Sungguh sangat mengejutkan bahwa hampir kebanyakan orang tidak menggunakan fasilitas keamanan jaringan wireless ini dan membiarkan setting default aslinya, entah alasan tidak praktis sampai alasan tidak tahu cara melakukan settingan keamanannya. Kebiasaan ini menimbulkan suatu hobby dari sebagian orang berkeliling mencari sinyal wireless dengan laptop mereka atau dengan PDA atau Blackberry yang dilengkapi dengan piranti Wi-Fi. Akan tetapi yang lebih bahaya adalah sebagian orang yang memang berusaha mencari celah untuk bisa masuk ke jaringan wireless untuk mencuri data atau usaha hacking yang merugikan perusahaan anda. [source: sysneta.com]

Non Aktifkan SSID Broadcast

Seperti pada pembahasan diatas bahwa SSID merupakan nama sebuah jaringan Wi-Fi. Didalam konfigurasi Access Point, SSID bisa kita atur sehingga semua perangkat yang memiliki WLAN atau semisalnya dapat menemukan nama jaringan Wi-Fi (SSID) tersebut. Jika kita ingin semua orang dapat mengakses Wi-Fi kita, maka pengaturan SSID Broadcast-nya kita set ke Enable. Tetapi jika kita berencana hanya orang tertentu saja yang bisa mengakses, maka kita set SSID Broadcast-nya menjadi Disable. Ringkasnya begini: SSID Broadcast Enable = dapat ditemukan semua orang, sedangkan SSID Broadcast Disable = SSID kita sembunyikan (jadi yang bisa konek ke Wi-Fi hanya yang tahu SSID-nya).

Mac Address Filtering

Satu lagi keamanan yang bisa kita terapkan pada Wi-Fi, Mac Address Filtering. Sebelum kita kupas apa itu Mac Address Filtering, terlebih dahulu kita kenalan dengan istilah MAC Address. Mac Address adalah kombinasi nomor unik pada piranti adapter seperti NIC dan WLAN (Wireless LAN). Jadi setiap adapter mempunyai nomor yang pasti berbeda dengan adapater lainnya. Kalau di HP dikenal dengan istilah IMEE. Sedangkan Mac Address Filtering digunakan untuk membatasi user dengan memanfaatkan keunikan nomor adapter MAC (Media Access Control ) Address.

Gunakan IP Address Statik

Secara default, pengaturan IP menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yaitu client (dalam hal ini adalah user yang akan konek ke Wi-Fi) mendapatkan IP secara otomatis. Dengan pengaturan IP secara statik atau manual berarti dan pengalamatan IP yang tidak biasa, saya kira cukup menyulitkan orang yang akan konek ke Wi-Fi kita. Oleh karena itu, pemberian IP Address secara manual bisa dijadikan salah satu pilihan dalam menjaga jaringan wireless.

PERALATAN

  1. PC
  2. Kabel LAN
  3. Switch
  4. Router
LANGKAH PERCOBAAN
pada percobaan ini yang harus dilakukan pertama adalah sebagai berikut
  1. Periksa kabel dengan kabel tester dan pastikan koneksi kabelantara PC
    dan Access point / Broadband nirkabel Straight-through.
  2. Hubungkan port Router untuk koneksi yang sudah ada dan portklien ke komputer lokal
  3. lakukan reset pada  board band router dengan menekan tombol reset sekitar 10 detik agar kembali pada setting standart.
  4.  jalur akses setelah reset memiliki username: admin password: admin
Mengisi username dan password
~user name = admin
~untuk pasword = admin
maka akan tampil seperti di bawah ini
selanjutnya klik save settings
5. selajutnya adalah  mengatur SSID
seperti gambar di bawah ini
SSID yang kami gunakan adalah lynksikusku1
untuk mengecek kami menggunakn komputer sebelah kamu (pc2) dengan mengkoneksikan ke jaringan lynksikuisku1 ternyata berhasil terkoneksi
6.membuat jaringan baru dengan ip 192.168.20.1 dengan SSID lynsikuisku1  dengan basic setup
tekan save settings
7. yang di lakukan selnjutnya adal setting security  pada acces point wireless kita. Berikut bentuk setting security yang telah kita lakukan  dengan menggunaka WPA2 personal  WPA share key “bismillah”
selanjutnya dengan menggunakan MAC filter
(MAC yang masuk dalam list tidak terhubung dengan jaringan kita)
save setting dan selnjutnya
dalam percobaan kami pc2 dengan MAC C7.6A
tidak bisa terconeksi ke jaringan lynkuisku1.
KESIMPULAN
Untuk membuat sistem keamanan wireless, bisa dengan cara menghidden jaringan wireless, tetapi kelemahannya jika nama dari jaringan diketahui orang lain, maka orang tersebut bisa masuk ke jaringan tersebut.
kemudian membuat sistem keamanan username dan password. tetapi sistem ini mudah di bobol oleh hacker.
dan paling efektif yaitu memfilter jaringan yang masuk dengan cara mendeteksi mac address dari tiap komputer yang masuk dan melakkukan pengecualian kepada mac tertentu sehingga tidak dapat masuk.

Using NAT in Linux

Cara Menggunakan NAT pada Linux

Anggota Kelompok:

  1. Awan Hidayat                       7109030046
  2. Moh. Alfi Syahrin Syah         7109030050
  3. Rizza Miftahul Faizin            7109030055

Tujuan Praktikum:

  1. Mampu memahami dan menggunakan fungsi dari NAT pada Linux
  2. Mampu memahami dan mengetahui cara menggunakan NAT pada Linux

Tinjauan Pustaka

NAT atau Network Address Translation adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer (client) ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP yang didapat oleh server dari ISP. Dengan metode ini, kita bisa melakukan penambahan jaringan dan server bisa membagi akses internet dengan beberapa komputer (Client) menggunakan alamat IP yang sama dengan server tersebut.

Dalam suatu jaringan, Network Address translation (NAT) adalah proses memodifikasi informasi alamat IP dalam header paket IP saat transit di perangkat lalu lintas routing. Dalam arti lain NAT mampu mengalihkan suatu alamat IP ke alamat lain.

NAT adaah sebuah fungsi router yang memetakan alamat IP private (Lokal) ke alamat IP yang dikenal di Internet, sehingga jaringan private bisa internetan . NAT merupakan salah satu metode yang memungkinkan host pada alamat private bisa berkomunkasi dengan jaringan di internet. NAT jalan pada router yang menghubungkan antara private networks dan public Internet, dan menggantikan IP address dan Port pada sebuah paket dengan IP address dan Port yang lain pada sisi yang lain.

Penggunaan utama NAT adalah sebagai Pooling IP address, Men-support perpindahan ISP tanpa harus merubah konfigurasi pada jaringan local, IP masquerading, Load balancing servers.

Peralatan Percobaan

  1. Personal Computer
  2. Card ethernet dan cabel LAN
  3. Switch atau card wifi+acces point

Langkah Percobaan

  1. Melakukan setting pada server.
  2. Setelah terhubung maka server akan mendapat IP, subnet mask, dan gateway wlan secara otomatis dari ISP. Tanpa perlu melakukan konfigurasi.
  3. Setelah itu atur eth0, pada terminal ketikkan sudo ifconfig eth0 192.168.10.1
  4. Ketikkan ifconfig untuk mengecek konfigurasi.
  5. Pada Server masukkan perintah sebagai berikut:
    # echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

# /sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o wlan0 -j MASQUERADE

# /sbin/iptables -A FORWARD -i ethart melalui 0 -o wlan0 -j ACCEPT

# /sbin/iptables -A FORWARD -i wlan0 -o eth0  -m state –state

RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT

 

  1. Untuk komputer client lakukan seting standar melalui editing wired connection.
  2. Setelah konfigurasi selesai dilakukan, maka komputer server dan client siap diuji. Berikut ini adalah hasil percobaan yang telah dilakukan:






Kesimpulan

Berdasarkan pada data percobaan dapat diambil kesimpulan bahwa:

    1. Konfigurasi NAT di Linux menggunakan paket iptables untuk melakukan filter pada modul ip.
    2. Dapat digunakan memindahkan isp tanpa harus mengubah konfigurasi jaringan lokalnya.
    3. Percobaan untuk membuktikan penggunaan NAT pada Linux dilakukan dengan sesuai harapan dan teori.

 

NAT pada Linux