Nama Kelompok :
- Khodijah Amiroh – 7109030051
- Rosalita Julian – 7109030052
- Tri Fajar Agung – 7109030056
Praktikum Jaringan Komputer kali ini mengenai Security in Wireless Broadband Router. Yaitu semacam keamanan yang digunakan pada suatu jaringan besar maupun kecil. Hal ini dimaksudkan agar jaringan tidak dapat digunakan oleh user lain. Jadi meskipun menggunakan wireless, keamanan jaringan tetap terjaga oleh pengguna lain seperti menggunakan kabel. Cara ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menyembunyikan SSID atau dengan memberikan pasword pada WPA yang ada di access point.
Peralatan Percobaan :
- 3 PC
- Access Point
- Kabel TCP/IP
Langkah Percobaan :
1. Nyalakan tiga PC yang telah disediakan. Nyalakan Access Point lalu reset dengan cara menekan tombol reset dibagian belakang, tahan selama sekitar 10 detik. Hal ini bertujuan untuk menghapus memori yang kemungkinan masih menyimpan sebagian data lama.
2. Sambungkan Access Point dengan salah satu PC untuk konfigurasi awal. Matikan semua koneksi wireless yang ada. Setelah konfigurasi selesai, kabel yang terhubung dapat dilepas. Lalu masukkan IP Address Access Point ke browser. Akan muncul software wireless milik LinkSys.
Terlihat pada gambar bahwa konfigurasi telah dilakukan.

Kemudian jaringan diberi nama agar tidak sama dengan kelompok yang lain. Misal nama yang digunakan adalah Net1. Jika koneksi wireless akan disembunyikan, pilih disable pada Wireless SSID Broadband. Maka settingan nya akan tampak seperti gambar berikut :

Untuk melakukan pengecekan bahwa PC hanya terhubung dengan jaringan ini dapat dilihat pada Edit Connection.
Kemudian untuk melakukan pengamanan, diberikan pasword untuk koneksi dengan wireless.

Jika user yang telah terdaftar akan melakukan koneksi wireless dengan Access Point maka akan muncul tampilan konfirmasi permintaan pasword.

Setting Security pada Wireless telah berhasil dilakukan.
3. Selanjutnya melakukan filter atau pembatasan user “semua tidak boleh kecuali” atau “semua boleh kecuali”. Yang lebih mudah dilakukan adalah “semua tidak boleh kecuali”. Berarti server harus memasukkan MAC Address semua user yang dimiliki. Atau wireless akan memunculkan beberapa MAC Address yang terdeteksi olehnya. Beri centang jika itu adalah MAC Address milik user jaringan tersebut.
Berarti Filtering yang dilakukan berhasil jika MAC Address yang terdapat pada list adalah milik user yang diinginkan.
4. Yang terakhir dilakukan adalah Filtering pada akses browser yaitu ftp dan ping. Setting terlebih dahulu Policy Name sesuai keinginan, kemudian pilih ftp dan ping pada Blocked Service.

Kemudian dilakukan pengecekan dengan membuka browser, masukkan alamat yang menggunakan ftp dan lakukan ping pada terminal user ke server atau user lain. Atau dengan cara lain buka terminal dan ketikkan ‘nmap (nama server)’. Misal kan : nmap fileserver.eepis-its.edu
Dan dapat dilihat hasilnya, bahwa ftp dan ping berhasil diblok.
Kesimpulan :
Dapat disimpulkan bahwa percobaan Security in Wireless Broadband Router adalah untuk memberikan pengamanan Wireless suatu jaringan agar tidak terjadi pembobolan oleh user lain. Keamanan dapat dilakukan dengan berbagai tahap. Dengan menyembunyikan Wireless Connection dan memberikan pasword, bisa juga dengan melakukan filterisasi pada MAC Address (“semua boleh kecuali” atau “semua tidak boleh kecuali”) atau Blocked Service. Semua dilakukan untuk meminimalisasi pembobolan user.